Mata Kuliah ini mengajarkan penggunaan bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari serta melatih kepercayaan diri mahasiswa untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris. Tujuan Mata Kuliah ini adalah agar mahasiswa memiliki kosakata yang memadai untuk percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris, menguasai gramatika kalimat dalam percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris, mampu melafalkan kata-kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar, memiliki kepercayaan diri untuk berbicara dalam bahasa Inggris, memiliki pengetahuan tentang pemahaman lintas budaya (cross cultural understanding) dan memiliki sikap sopan dan menjaga etika ketimuran. Metode PBM yang digunakan adalah diskusi kelompok, simulasi, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran kooperatif. Cara Penilaian adalah dengan observasi (untuk menilai sikap), partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, dan tes lisan (untuk menilai pengetahuan dan keterampilan).
Tapak merupakan elemen penting yang menjadi dasar dan lokasi dari lingkungan terbangun. Mata kuliah ini mengajak mahasiswa agar mampu mengidentifikasi dan menganalisis jenis tapak beserta aspek penyusunnya, khususnya yang berkaitan dengan alam, analisis potensi dari tapak sehingga dapat diberikan arahan pengembangan yang paling tepat pada tapak tersebut. Lebih lanjut, diharapkan mata kuliah ini akan memberikan pemahaman, penguasaan dan penerapan teknik perencanaan tapak lingkungan perumahan, meliputi pengenalan perencanaan tapak, analisis dan program pengembangan tapak, penyediaan prasarana dasar tapak, dan perencanaan tapak perumahan. Untuk itu, keluaran utama dari mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat menyusun perencanaan tapak baik pada skala kawasan dan atau kota.
Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan studio, dimana mahasiswa secara berkelompok membuat produk perancangan tapak. Produk tersebut adalah muara dari pembelajaran mengenai proses perencanaan tapak dan analisis desain tapak, baik analisis terhadap karakteristik fisik dan nonfisik skala kawasan maupun kota. Mata kuliah ini akan memberikan pemahaman dan melatih kemampuan menganalisa rencana dan menggunakan alat-alat analisa untuk merencanaan tapak baik tingkat kawasan maupun kota. Produk perencanaan dan perancangan tapak akan ditampilkan dalam bentuk produk laporan kelompok, poster, desain rancang, dan dipresentasikan saat ujian akhir.
Transformasi kehidupan beragama telah mengalami pergeseran di segala aspek akibat digitalisasi dan mediatisasi yang semakin intens. Dengan kondisi tersebut, diperlukan penyeimbang agar generasi muda muslim dapat merespons fenomena tersebut selain memiliki kecerdasan intelektual, juga dikuatkan dengan kecerdasan emosional, spiritual dan sosial. oleh karena itu, dalam perkuliahan ini dibahas materi-materi mengenai Makna, Tujuan, dan Metodologi Metodologi Memahami Manusia, Tuhan, Agama, dan Islam, Iman, Islam dan Ihsan. Membangun Paradigma Qur’ani. Ijtihad: Sumber Pengembangan Hukum Islam. Ibadah: Aspek Ritual Umat Islam. Makanan dan Minuman dalam Islam. Membangun Keluarga Yang Islami Etos Kerja dan Entrepreneurship dalam Islam di era Transformasi Teknologi serta Society 5.0. Islam Membangun Persatuan dalam Keberagaman. Islam Membangun Persatuan dalam Keberagaman. Dakwah Amar Ma’ruf Nahyi Munkar. Pandangan Islam tentang zakat dan pajak. Kontribusi Islam atas Perkembangan Peradaban Dunia (Mediatisasi dan Digitalisasi Islam di era Teknologi). Peran dan Fungsi Masjid Kampus dalam Pengembangan Budaya Islam.
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pilihan yang konsen ke kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Mata kuliah ini membahas tentang definisi pesisir dan pulau-pulau kecil, batasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dinamika alami yang terjadi pada kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, potensi sumberdaya alam pesisir dan pulau-pulau kecil, kondisi sosial ekonomi budaya masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, isu strategis dan permasalahan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, dinamika kebijakan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, hingga rencana dan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil sehingga mahasiswa mampu menganalisis kawasan pesisir secara menyeluruh dan komprehensif serta mampu merencanakan pengelolaan kawasan pesisir yang terpadu dan berkelanjutan
Tapak merupakan elemen penting yang menjadi dasar dan lokasi dari lingkungan terbangun. Mata kuliah ini mengajak mahasiswa agar mampu mengidentifikasi dan menganalisis jenis tapak beserta aspek penyusunnya, khususnya yang berkaitan dengan alam, analisis po tensi dari tapak
sehingga dapat diberikan arahan pengembangan yang paling tepat pada tapak tersebut. Lebih lanjut, diharapkan mata kuliah ini akan memberikan pemahaman, penguasaan dan penerapan teknik perencanaan tapak secara tematik, meliputi pengenalan perencanaan tapak, analisis dan program pengembangan tapak, penyediaan prasarana dasar tapak, dan perencanaan zonasi tapak. Untuk itu, keluaran utama dari mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat menyusun perencanaan tapak baik pada skala kawasan dan atau kota
Mata kuliah ini memberikan dasar pengetahuan terhadap fungsi sistem informasi perencanaan, penguasaan secara sistematis prinsip-prinsip dan prosedur pengelolaan sistem informasi perencanaan: pengertian dasar, tujuan, kegunaan, macam, syarat kualitas sistem informasi, dan pengelolaan sistem informasi. Selain itu juga memberikan kemampuan menyajikan sistem informasi (geografis dan non geografis) yang ditujukan untuk menunjang suatu kegiatan perencanaan: proses identifikasi, penyiapan, pembentukan, pengelolaan, teknik penyajian, dan presentasi sistem informasi.
Mata kuliah ini memberikan dasar pengetahuan terhadap fungsi sistem informasi perencanaan, penguasaan secara sistematis prinsip-prinsip dan prosedur pengelolaan sistem informasi perencanaan: pengertian dasar, tujuan, kegunaan, macam, syarat kualitas sistem informasi, dan pengelolaan sistem informasi. Selain itu juga memberikan kemampuan menyajikan sistem informasi (geografis dan non geografis) yang ditujukan untuk menunjang suatu kegiatan perencanaan: proses identifikasi, penyiapan, pembentukan, pengelolaan, teknik penyajian, dan presentasi sistem informasi.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman mengenai konsep dasar statistika, penerapan konsep dasar statistika dalam studi kasus tertentu, fungsi analisis statistika dalam perencanaan wilayah dan kota, serta nilai penting aspek statistika sebagai bagian dari proses analisis perencanaan wilayah dan kota. Pembelajaran dilakukan dalam bentuk penyampaian materi dan diskusi secara langsung dengan arahan dari seorang dosen. Topik yang dipelajari dalam mata kuliah ini mengenai fungsi analisis statistik untuk perencanaan wilayah dan kota yang mencakup konsep dasar statistika meliputi analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, analisis statistik bivariate, analisis statistik multivariate (analisis regresi, diskriminan, faktor, dan cluster). Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajak berpikir secara terstruktur untuk memahami peran analisis statistik yang nantinya akan memainkan peranan penting dalam proses perencanaan serta mampu mengaplikasikannya dalam pada kasus pada studio perencanaan wilayah dan kota. Pembelajaran menggunakan perangkat lunak yaitu SPSS.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai konsep dasar rumah, perumahan dan permukiman; elemen-elemen pembentuk permukiman; isu, permasalahan dan kebijakan pembangunan permukiman di Indonesia; dan aspek-aspek perencanaan pembangunan permukiman dalam konteks wilayah dan kota. Pembelajaran dilakukan dalam bentuk pemahaman teori dan konsep perencanaan permukiman, baik melalui diskusi kelas, kelompok, dan kuis individu setiap minggunya, yang ditunjang oleh pembelajaran studi kasus dari literature review serta observasi atau kunjungan lapangan. Kajian atau tema yang diangkat, diantaranya tentang fenomena kampung kota/ kampung lama sebagai wujud permukiman informal di perkotaan, penyediaan perumahan dan permukiman bagi generasi millenial sebagai sasaran pembangunan permukiman saat ini, fenomena segregasi sosial dalam kehidupan permukiman yang merefleksikan dinamika permukiman formal dan informal, permukiman berkelanjutan, serta tema-tema lain yang issuable untuk digali dan dipahami. Dalam matakuliah ini, mahasiswa dilatih untuk dapat berpikir kritis dan peka terhadap fenomena permukiman disekitarnya, baik aspek fisik/ lingkungan, sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan agar mampu mencapai tujuan pembelajaran yang komprehensif.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang komponen-komponen prasarana dan sarana dasar, perencanaan kebutuhan prasarana dan sarana dasar, serta pemanfaatan prasarana dan sarana dasar dapat digunakan sebagai suatu cara untuk mengarahkan perkembangan wilayah. Metode pembelajaran dengan praktik teknis menggunakan studi kasus suatu wilayah amatan. Komponen infrastruktur wilayah dan kota, meliputi jaringan jalan, air bersih, listrik, telekomunikasi, persampahan/ sanitasi, drainase sebagai satu keterpaduan sistem infrastruktur wilayah dan kota. Lebih lanjut, mata kuliah ini juga memberi pemahaman kepada mahasiswa untuk memahami keterkaitan infrastruktur dalam sistem perencanaan tata ruang serta aspek-aspek perencanaan pembangunan infrastruktur meliputi aspek pembiayaan, sosial, hukum dan kelembagaan. Mata kuliah ini juga mengajak mahasiswa untuk mampu menemukenali dan mengkomunikasikan tentang isu, permasalahan dan merencanakan penyediaan kebutuhan infrastruktur wilayah dan kota melalui perhitungan proyeksi kebutuhan infrastruktur dan arahan perencanaan program pembangunan infrastruktur wilayah dan kota.
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pendamping Studio Perencanaan Kota, dengan menitikberatkan pada pengenalan dan penerapan berbagai analisis lanjutan untuk penyusunan rencana detail tata ruang wilayah kota yang akan dilakukan di Studio Perencanaan Kota. Secara umum, guideline analisis dan penyusunan rencana tersedia dalam Peraturan Menteri ATR/ BPN No. 11 tahun 2021. Lebih lanjut, mata kuliah ini juga memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa untuk mampu menstrukturkan permasalahan sehingga dapat dirumuskan tujuan perencanan yang logis dan terukur dan pada akhirnya dapat dirumuskan konsep perencanaan sebagai preskripsi atau rekomendasi bagi wilayah studi yang akan dimuarakan dalam rencana pola dan struktur ruang wilayah kota.
Mata kuliah ini bertujuan menyiapkan mahasiswa untuk mengikuti ujian sertifikasi Microsoft Office Specialist (MOS-Word). Untuk mencapai tujuan tersebut mahasiswa akan mendapatkan teori dan praktik serta diminta mengerjakan tugas sesuai dengan kisi-kisi ujian MOS Word.
Mata kuliah ini membahas mengenai analisis dan rencana pada lingkup kota dimana mahasiswa akan berlatih membuat produk Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan project based learning yang dilakukan secara berkelompok. Lokasi kasus bahan kajian proyek mengambil pada wilayah kapanewon (kecamatan) berstatus kota di Yogyakarta, Sleman dan Bantul. Pada tahap awal, kelompok akan diminta melakukan delineasi wilayah studi dan kajian awal terhadap wilayah studinya. Selanjutnya dilakukan kajian terhadap kebijakan tata ruang, baik melalui dokumen statutory dan non statutory planning serta penyusunan profil wilayah studi meliputi gambaran umum serta analisis terhadap aspek fisik dan spasial serta aspek non fisik (kependudukan, ekonomi, sosial, dan kelembagaan) untuk lingkup makro dengan unit data kecamatan. Selanjutnya, kelompok akan merumuskan dan menstrukturkan permasalahan wilayah studi yang hasilnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan tujuan, sasaran, konsep rencana, pembuatan rencana struktur dan pola ruang kota serta ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang kota. Sebagai produk akhir mata kuliah, masing-masing kelompok akan menghasilkan produk laporan rencana ruang kota, album peta, dan poster.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman terkait konsep dan dimensi kebencanaan, jenis dan karakteristik bahaya bencana, kerentanan dan ketahanan bencana, konsep risk assessment and management, kebijakna dan strategi bencana, serta penerapan mitigasi dan manajemen kebencanaan.
Pembelajaran dilakukan dalam bentuk penyampaian materi, diskusi, serta praktik teknis secara langsung dengan arahan dari seorang dosen. Metode pembelajaran dengan praktik teknis menggunakan studi kasus suatu wilayah amatan. Kajian yang diangkat dalam mata kuliah ini beberapa jenis bencana alam antara lain banjir, longsor, gempa bumi, hingga tsunami. Dalam matakuliah ini, mahasiswa dilatih kreativitas dan kepekaannya agar mampu menumbuhkan kepekaan terhadap suatu kejadian bencana, nilai penting kebencanaan dalam penataan dan pengelolaan ruang, serta mengembangkan penerapan manajemen kebencanaan dalam tata ruang.
Penilaian dalam matakuliah ini mencakup seluruh proses kegiatan mandiri yang dilakukan yang terwujud dalam penugasan studi kasus melalui analisis bahaya bencana, identifikasi kerentanan dan ketahanan terhadap bencana, serta sintesa analisis penerapan kebijakan manajemen bencana dalam penataan ruang berdasarkan penilaian risiko bencana.