Mata kuliah ini mempelajari tentang Inklusivitas desain, prinsip aksesibilitas lingkungan, desain universal, mobilitas lingkungan, dan alternatif penerapan aksesibilitas lingkungan. Mata kuliah ini juga mengenalkan isu – isu lingkungan dan rancang bangun mulai dari lingkup lokal sampai global dengan mengetahui berbagai implikasi lingkungan hasil dari rancang lingkung bangun. Mahasiswa akan mengelaborasi pengenalan teori dan metode serta solusi permasalahan lingkung-bangun setelah mahasiswa menjelaskan hasil pemikiran tentang teori dan metode rancangan berkelanjutan dan pemahaman masalah lingkung bangun.
Pembelajaran dilakukan dalam bentuk tugas mandiri dan kelompok dengan arahan dari dosen mata kuliah. Tugas dilakukan dalam lingkup arsitektur dan lingkungan dengan metode experience-based dan observation-based di skala kota dan kawasan. Pembahasan terkait dengan kota dan kawasan , teknologi bangunan dan lansekap serta tema lain tentang lingkungan binaan. Dalam matakuliah ini, mahasiswa dilatih kepekaan, analisis dan solusi permasalahannya agar mampu menghasilkan sebuah rancangan kawasan dan lingkungan binaan yang inklusif, aksesibel dan universal.
Penilaian dalam matakuliah ini mencakup seluruh proses kegiatan mandiri dan kelompok yang dilakukan dengan tahap identifikasi masalah, untuk kemudian dilanjutkan dengan studi preseden kasus untuk disampaikan dalam sebuh gagasan ide yang dapat diaplikasikan. Tahap observasi dilakukan dengan mahasiswa mengalami langsung kondisi di lingkungan atau merasakan menjadi orang difabel, untuk benar-benar bisa mengetahui dan merasakan kebutuhan yang harus disediakan di kawasan dan lingkungan. Hasil analisis dielaborsai untuk kemudian disintesiskan ke dalam bentuk rancangan kawasan dan lingkungan. Penilaian kemajuan dalam bentuk tugas – tugas mingguan (tugas kelas (15%) dan tugas rumah (25%)). Evaluasi tengah semester (20%) menilai kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi permasalahan. Evaluasi akhir semester (20%) menilai kemampuan merumuskan solusi bangunan yang mengaplikasikan prinsip penyediaan kebutuhan dalam permukiman dan perkotaan. Tugas besar (20%) diarahkan untuk menganalisa data dan informasi dari hasil observasi lapangan yang kemudian disintesiskan dalam bentuk rekomendasi dan rancangan.